Monday, September 19, 2005

....dua

banyak dari kenyataan dari diri kita yang sangatsangat mendua. tidak peduli itu apapun. hitam putih solid menyusun kerangka berpikir. pragmatis opurtunis apatis atau apapun istilahnya telah mampu membuat selsel dalam tubuh bersinergi membentuk suatu pola yang absurd yang hanya dapat dimengerti dan diuraikan oleh kemampuan pribadi. kemampuan mengumpulkan dan mengolah berbagai input data primer dari lingkungan hanya dapat diartikan sesuai pola yang sedari awal telah ditetapkan. egois, memang itu yang melekat.

doa si pelawak

Perjamuan megah telah usai;
Sang Raja mencari kesenangan baru untuk melupakan beban.
Pada penghiburnya ia berseru:
"Saudara pelawak, berlutut dan berdoa'alah untuk aku!"
Sang Pelawak membuka topi di hadapan para penghuni istana;
Mereka tak melihat senyum pahitnya yang tersembunyi di balik seringai lebarnya.
Ia menundukkan kepala dan berlutut.
Di alas sutra sang raja; lalu terdengar suaranya memohon:
"Oh Tuhan kasihanilah aku, orang bodoh ini!"
Ruangan pun sunyi; dalam keheningan, sang raja berdiri berlalu ke tamannya yang sejuk,
Ia menjatuhkan diri dan bergumam pelan;
"Kasihanilah aku orang bodoh ini!"

Edward Rowland Sill, 1868

Wednesday, September 14, 2005

kesepakatan para bayi

kesepakatan yang dibuat para bayi adalah diam, menangis, tertawa atau senyum... hanya itu... tanpa ada imbuhan... ga ada kalimat repetitif yang membosankan... hanya itu... diam menangis dan tertawa... untukku... itu tampak lebih menyenangkan, tidak harus selalu direcoki dengan berbagai masalah hidup... dan manusia di lahirkan memang untuk bahagia... banyak cara untuk bersikap... alam memberikan kebijaksanaan yang luar biasa atas semua langkah yang manusia injakkan diatas tubuhnya... sang pencipta memberikan toleransi yang tanpa batas... pengampunan agar manusia tetap bahagia tetap ditiupkan dalam tiap jiwa... alasan apa ya hendak manusia ucapkan sebagai tuntutan... hujan yang turun pun sering menggoda manusia untuk menyalahkan ketimapanagan alam untuk dirinya... teriknya matahari membangkitkan alasan kenapa panasnya dunia tidak menyejukkan hatinya... seperti hujan dan matahari... air mengangkasa memenuhi rongga dada langit... bersatu dalam erat genggaman awan... melaburkan diri tanpa peduli akan salaing keterasingan satu sama lain... bersorak serntak setelah saatnya menurunkan hasrat menyejukkan bumi... alasan apa lagi yang hendak manusia utarakan tentang dirinya............................................
saya hanya tahu satu hal, manusia memang diciptakan untuk bahagia..................

Thursday, September 08, 2005

kecelakaan pesawat dalam dekade terakhir

Peristiwa kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang menimpa pemukiman kawasan Padang Bulan, tepatnya di Jl. Jamin Ginting Pasar VII, Kecamatan Medan Selayang menambah deretan panjang kecelakaan pesawat terbang di tanah air. "

Jumlah korban kecelakaan pesawat Boeing 737-200 milik maskapai penerbangan Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI901, di Medan, Sumatera Utara, Senin (6/9), diperkirakan lebih dari 140 orang - 116 di antaranya penumpang dan awak sedangkan sisanya adalah penduduk sekitar jatuhnya pesawat.

Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah, karena saat gagal take off dari Bandara Polonia, pesawat yang yang dikendalikan Kapten Pilot Askar Timur dan Co-Pilot Dovir Efendi ini membabat perumahan penduduk dan menyambar puluhan penggarap ladang.

Tiga tokoh Sumatera Utara termasuk dalam penumpang yang tewas dalam pesawat naas tersebut. Mereka adalah Gubernur Sumut Tengku Rizal Nurdin, mantan Gubernur Sumut Raja Inal Siregar yang kini jadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut serta anggota DPD Abdul Halim Harahap.

Sebenarnya bukan kali ini saja kecelakaan di sekitar Bandara Polonia terjadi. Sejarah kedigantaraan Indonesia, seperti dikutip angkasa online mencatat pernah terjadi sekitar 10 kali kecelakaan atau insiden pesawat di Bandara yang dekat dengan pemukiman penduduk ini.

Pada 11 Juli 1979 misalnya, sebuah pesawat F-28 milik maskapai Garuda Indonesia menabrak salah satu anak pegunungan Sibayak, menewaskan seluruh 62 penumpang termasuk empat awaknya.

Lalu pada 20 November 1985, pesawat C-130H-MP Hercules milik TNI AU bernomor AI-1322 menabrak dinding pegunungan Sibayak saat akan mendarat . Insiden ini menewaskan sedikitnya 10 awak pesawat.

Sabtu 4 April 1987, pesawat DC-9 milik Garuda Indonesia PK-GNQ jatuh dan terbakar di landasan Bandara Polonia, menewaskan 26 awak dan penumpang serta 19 orang luka berat.

Namun, peristiwa kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang menimpa pemukiman kawasan Padang Bulan, tepatnya di Jl. Jamin Ginting Pasar VII, Kecamatan Medan Selayang menambah deretan panjang kecelakaan pesawat terbang di tanah air. Tragedi Mandala air pekan ini merupakan peristiwa kecelakaan pesawat terburuk kedua yang pernah terjadi di Medan, sejak 1987.


Berikut beberapa peristiwa kecelakaan pesawat terbang terburuk lainnya yang pernah terjadi di Indonesia, selama satu dekade terakhir ini :

30 November 2004 : Pesawat Lion Air MD-82 yang mengangkut 146 penumpang dan 7 awak tergelincir tergelincir keluar dari landasan pacu di Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah.

Peristiwa ini telah menyebabkan sedikitnya 23 orang tewas dan melukai 61 lainnya. Di antara korban tewas terdapat salah seorang tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Ketua Komisi VIII DPR, Yusuf Muhammad, atau yang lebih akrab disapa sebagai Gus Yus.

Pesawat itu tergelincir dari landasan yang basah karena hujan, dan akhirnya terhenti setelah menabrak sebuah kuburan yang berada di dekat landasan tersebut.

7 November 2002 : Sebuah pesawat kecil bermesin tunggal BN-2A Islander Dirgantara Air Servica (DAS) jatuh hanya dua menit setelah take off dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur. Kecelakaan ini menewaskan enam dari sembilan penumpang, ditambah pilot Capt. M. Yusuf yang turut menjadi korban. Pesawat ini sedianya akan terbang menuju Long Bawang.

19 Desember 1997 : Pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan SilkAir menukik dari ketinggian 30.000 kaki ke dasar Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 104 orang tewas dalam kejadian ini.

26 September 1997 : Pesawat Airbus A-300-B4 milik Garuda Indonesia dengan penerbangan GA 152 jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara - sekitar 32 km dari Bandara Polonia Medan. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan 12 awak. Hingga kini peristiwa tersebut merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah penerbangan Indonesia.

22 Mei 1997 : Sebuah pesawat CN-235 versi militer yang dikemudikan pilot uji IPTN Erwin Danuwinata, jatuh di lapangan udara Gorda, Serang, Jawa Barat saat melakukan uji dropping barang dan menewaskan keenam awaknya(red/mikha)***

manajemenqalbu.com

Monday, September 05, 2005

pak haji n jambrong (....nanya takdir)

benernya ini didasari sinetron lorong waktu.lupa judulnya.
opick nyuruh jambrong nanya ke pak kiai, beberapa pertanyaan. jambrong nan lugu akhirnya penasaran nanya juga ke pak haji. padahal benernya nih akalakaln si opick aja biar jambrong di damprat pak haji.

jambrong : Saya punya 3 buah pertanyaan, pak haji...
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud
Tuhan kepada saya!
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba pak haji menampar pipi si Opick yang nemenin jambrong dengan keras.
opick(sambil menahan sakit): kenape pak kiai ngegampar aye...? emang pak kiai marah ma aye..?
pak haji : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang jambrong ajukan kepada saya
opick :aye sungguh-sungguh kagak ngarti
pak haji : Bagaimana rasanya tamparan saya?
opick : Tentu saja aye merasakan sakit
pak haji : Jadi lo percaya bahwa sakit itu ada?
opick : Ya
pak haji : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
opick : aye kagak bisa
pak haji : Itulah jawaban pertanyaan pertama si jambrong: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

paj haji : Apakah tadi malam lo bermimpi akan ditampar oleh saya?
opick : Tidak
pak haji : Apakah pernah terpikir oleh lo akanmenerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
opick : Tidak
pak haji : Itulah yang dinamakan Takdir

pak haji : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar lo?
opick : kulit
pak haji : Terbuat dari apa pipi anda?
opick : kulit
pak haji : Bagaimana rasanya tamparan saya?
opick : sakit
pak haji : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.

opick : tapi kenape yang di gampar, pan jambrong yang nanya...
pak haji : udah takdir lo yang kena gampar ma gue hari nni. jambrong gw kagak yakin klo pertanyaan ini lo yang bikin. si opick kan yang suruh lo....
jambrong : emm, ia sebenernya ini pertanyaan milik si opick...
pak haji : benernya die mau lo yang kena gampar, but gw dah tau dari zidane...hehe...

(edited...)