Wednesday, September 28, 2005

tentang akhwat sejati


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi
ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?"

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian
tersenyum.

Anakku...
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari
kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari
kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat
sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang
mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia
menutupi bentuk tubuhnya. Akhwat sejati bukan
dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia
berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan
kebaikan itu. Akhwat sejati bukan dilihat dari
seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat
dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Akhwat
sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah
putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya.

Ketahuilah putriku...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya
dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan kehormatannya. Akhwat
sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda
orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran
dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa
banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi
dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah...
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya
dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia
bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah
yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan
berkata, "Pelajarilah mereka!" Sang anak pun
mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah
tulisan "Isteri-Isteri Rasulullah".

No comments: